Wednesday, 21 December 2016

(1) Berlayar Di Mata Gadis Agabag

di bumi dayak
kau simpan kisah-kisah purba perambahan dunia
menerobos belantara, bermukim sejenak dan bercocok tanam
berpindah membawa harapan dan mimpi-mimpi yang beku
.
agabag
anak-anakmu telah lupa jenis kulit kayu penutup tubuh
mereka berlari menuju kejauhan langit
membawa kisah-kisah pilu jeram yang ngeri
mereka tak kuasa, mungkin lelah berlayar ke hulu melawan arus
mereka tak memetik sampek
lupa jenis kawat senar dan kayu pemantul bunyi nada alam
sebagian menari, tapi mereka lupa gerakannya
sebagian berjalan, tapi mereka lupa tujuannya
sebagian pergi dan lupa jalan kembali
.
di mata gadis agabag itu
aku masuk ke dalamnya
lalu mengetuk-ngetuk pintu hatinya
"dengar. dengar suara itu. suara giram yang deras dari malaysia, meliuk di simantipal sinapad. itu suara alam yang memintamu teguh menepuk dada dan berteriak lembut. akulah agabag. akulah agabag. akulah agabag. roh leluhurku mengapung di tepi sungai lumbis ogong. disanalah tempatku bermukim teguh mengibarkan bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil menangis tersedu-sedu terharu-haru.
.
aku berlayar di mata gadis agabag, di bumi dayak
mereka lelah meski merdeka
deru mesin speedboat dan longboat membawa tubuh mereka. tapi, jiwanya terus bertanya. 71 tahun merdeka, mengapa tak juga jalan darat dapat menembusi mansalong menuju lumbis ogong. sementara, rel kereta api telah membentang dari makassar ke pare-pare dan monorel telah meliuk-liuk di jakarta.
.
aku menatap ke dalam mata gadis agabag
kulihat bayangan KTP Indonesia dan IC Malaysia di dalam pikirannya
wah, ini gawat. presiden harus lekas mendengar dan bersikap
aku takut mereka mengibarkan bendera sendiri, jika terlalu lama menggerutu dan marah.
atau berteriak-teriak menyanyikan lagu Satu Malaysia sambil membuka kaleng susu kacang soya dan menggigit kue bolu apollo made in Malaysia.
tapi, demi cintaku yang kutanam di hatimu gadisku
tetaplah di situ mencintaiku agar tak runyam urusannya jika kumelamar hatimu dan menikah denganmu di kantor urusan agama Indonesia saja. aku sungguh tak suka kantor imigrasi. calo-calo dan pungli membuatku mual.
tetaplah di situ hingga jalan aspal menembus mansalong menuju lumbis ogong dan memastikan lagu kita tetap sama, Indonesia Raya.
.
gadis agabag di bumi Dayak
ADU namamu, lembut terdengar di telinga jiwaku
menawan hatiku, menaklukkkan hidungku, bagai memburu aroma gaharu di hutan-hutanmu.
ADU agabagku
aku cinta kepadamu
meski kau tak lagi pandai memetik sampek
Nunukan, 08-11-2016
------------------------------------------------------------------
catatan:
Agabag: Salah satu nama komunitas/masyarakat Suku Dayak yang mendiami Indonesia dan Malaysia
ADU: Nama panggilan untuk gadis Suku Dayak Agabag
Mansalong: nama kampung. Ibu kota kecamatan Lumbis
Sampek: Musik khas Dayak
Lumbis Ogong: Salah satu nama kampung yang hingga kini terisolir dan hanya bisa didatangi dengan long/speedboat.
gaharu;Sejenis kayu yang harum
Sinapad SImantipal: nama wilayah-Daerah Outstanding Boundary Problem/sengketa batas Indonesia-Malaysia

Related Posts:

  • Tentang Sebuah Gerakan (Wiji Thukul) Sumber Gambar : Merdeka.com  Tadinya aku pingin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat SETIAP ORANG BUTUH TANAH ingat: Setiap orang . aku berpikir tentang sebuah gerakan tapi mana mungkin … Read More
  • Bunga dan tembok (Wiji Thukul) Sumber gambar : Merdeka.com Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau hendaki tumbuh Engkau lebih suka membangun Rumah dan merampas tanah Seumpama bunga Kami adalah bunga yang tak Kau kehendaki adanya Engkau lebih… Read More
  • NYANYIAN AKAR RUMPUT (Wiji Thukul) Sumber gambar : Merdeka.com jalan raya dilebarkan kami terusir mendirikan kampung digusur kami pindah-pindah menempel di tembok-tembok dicabut terbuang kami rumput butuh tanah dengar! Ayo gabung ke kami Biar jadi mimpi … Read More
  • SAJAK SUARA (Wiji Thukul) Sumber gambar: Merdeka.com  sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku suara-suara itu tak bisa dipenjarak… Read More
  • Peringatan (Wiji Thukul 1986) Sumber Gambar :Merdeka.com Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendir… Read More

0 comments:

Post a Comment